Thursday, 3 June 2010

Mitos Salah Tentang Jerawat

Pada postingan kemarin tentang mitos jerawat , saya hanya memberikan 3 macam mitos salah tentang jerawat, bisa anda baca lagi di sini .

Yang namanya mitos memang seolah-olah memberikan kebenaran padahal belum tentu itu terbukti, yang jelas kita harus tahu lebih banyak dan lebih memahami tentang masalah jerawat tersebut.

Sekarang mari kita sambung artikel yang terpotong kemaren, mitos yang sering kita dengar adalah :

    Janganlah terlalu sering mencuci wajah anda, apalagi menggunakan sabun scrub, karena kelembaban alami kulit akan hilang yang mengakibatkan kulit menjadi kering. Padahal kelembaban alami pada kulit ini sangat membantu melindungi kesehatan kulit wajah loh.

    Mitos ini sering sekali kita dengar, padahal bukanlah dari banyak makan kacang jerawat itu muncul, justru asam lemak yang terkandung di dalam kacang sangat baik untuk jantung anda. Namun makanan yang mengandung kadar karbohidrat dan gula yang tinggilah yang harus dikurangi.

6. Tidak menikah atau terlalu lama belum menikah membuat orang berjerawat.
    Ini juga mitos yang sangat salah, kalau anak jaman sekarang bilang " kagak nyambung, kaleee ". Pernyaatan ini tidak berhubungan secara medik terhadap kemunculan jerawat. Kalau dihubungkan mungkin nyambungnya pada keaadan psikis atau mental seseorang. Kalau belum mendapat pasangan, secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap emosional jiwanya, yang mungkin mengakibatkan stres. Keadaan stres inilah yang memicu hormon dehydroepiandrosterone yang merupakan faktor yang memperparah jerawat.

7. Rambut yang berminyak biasanya menyebabkan jerawat.
    Rambut yang berminyak mungkin lebih tepatnya akan berketombe, karena kotoran-kotoran akan menempel pada rambut. 
 
8. Banyak memakai obat jerawat, biar jerawatnya cepat sembuh.  
    Sebaiknya gunakanlah obat anti jerawat(topikal) sesuai dosis yang dinjurkan oleh dokter anda, janganlah berlebihan karena akan membuat kulit kering atau malah akan terjadi iritasi. Bila obat anti jerawat yang mengandung kadar benzoil peroksida biasanya sekitar 2,5% , dan bila produk dengan kandungan asam salisilat kira-kira 0,5%.

    Memang betul pada masa remaja biasanya akan tumbuh jerawat, ini dipicu oleh karena perkembangan hormon yang sedang tidak stabil, namun jerawat bukan hanya diderita pada masa puber saja, tetapi jerawat juga bisa muncul pada orang dewasa yang berumur, 30th, 40th atau 60th.

10. Jerawat akan bertambah para bila kita memakai sunscreen
     Untuk lebih tepatnya mungkin anda  harus memilih suncreen yang bermutu baik dan cocok dengan kulit wajah anda. Karena bahan kimia yang terkandung di dalam sunscreen ini bekerja untuk menyebarkan sinar ultraviolet dari matahari sehingga menimbulkan reaksi terhadap kulit wajah.

Semoga dengan uraian di atas kita bisa menepis mitos-mitos yang salah tentang jerawat, dan semoga kita bisa memahami lebih jauh arti dari mitos-mitos tersebut.


Tag : jerawat , obat jerawat , penuaan dini , flek hitam , mencegah jerawat
Tuesday, 1 June 2010

Mitos Jerawat

Mitos jerawat atau presepsi yang salah tentang jerawat itu timbul dikarenakan oleh kurangnya pengetahuan tentang jerawat tersebut. Dari jaman orang tua kita dulu sudah beredar rumor tentang sebab-sebab munculnya jerawat, padahal setelah ditelaah dan diteliti oleh para dokter ahli di bidang jerawat ini presepsi tersebut ternyata salah atau kurang tepat pemahamannya.

Ada beberapa mitos yang salah tentang jerawat, antara lain :

1. Dengan memencet jerawat maka jerawat itu akan cepat hilang.
    Presepsi ini sangat kurang tepat, faktanya dengan memencet jerawat justru malah akan menyebabkan infeksi, meninggalkan flek hitam dan proses penyembuhan yang berkepanjangan. Dengan tangan yang tidak streril, bakteri akan masuk ke dalam jerawat tersebut.

2. Stres dan kurang tidur bisa menjadi penyebab jerawat.
    Penyebab jerawat bukan dikarenakan oleh keadaan stres tersebut karena stres tidak ada hubungannya dengan penyebab jerawat. Namun maksudnya adalah stres merupakan salah satu faktor yang bisa memperburuk keadaan. Kelenjar minyak pada kulit akan meningkat cepat dan tubuh kita akan mengeluarkan hormon dehydroepiandrosterone, yang mengakibatkan tambah parahnya jerawat.

3. Maturbasi akan menyebabkan jerawat.
    Mitos ini sungguh menggelikan karena berbagai penelitian atau pun bukti secara medis tidak ada yang membenarkan pernyataan ini.

Untuk sementara saya hanya bisa membahas 3 hal di atas saja, mungkin besok kita akan lanjutkan, karena mitos-mistos tentang jerawat ini bermacam-macam.

(update) : Silahkan baca artikel sambungannya !


Tag : jerawat, obat jerawat , mitos jerawat

Waspadai Racun Dalam kosmetik

Dalam memilih kosmetik kita memang perlu berhati-hati karena pada saat ini sudah banyak kosmetik-kosmetik palsu yang mengandung racun berbahaya bagi kulit wajah kita.

Menurut Christopher Drummond yang di tulis kembali oleh mba Yulia Permata Sari dalam artikelnya di mediaindonesia.com, ada 10 jenis racun yang biasa ditemukan di dalam kosmetik, yaitu :

1. Imidazolidinyl Urea dan Diazolidinyl Urea
Pada umumnya bahan ini digunakan sebagai bahan pengawet selain paraben. Bahan utamanya adalah formaldehida--yang juga digunakan untuk mengawetkan mayat.

2. Methyl dan Propyl serta Butyl dan Ethyl Paraben
Bahan ini banyak digunakan sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan untuk memperpanjang daya tahan produk.

3. Petrolatum
Merupakan produk sampingan dari produksi bensin.

4. Propylene Glycol
Idealnya, senyawa ini adalah gliserin sayuran yang dicampur dengan alkohol gandum.

5. PVP/VA Copolymer
Merupakan sejenis zat kimia turunan minyak bumi yang digunakan di dalam hairspray dan kosmetik lainnya.

6. Sodium Lauryl Sulfate
Zat sintetis ini digunakan dalam sampo sebagai deterjen untuk menghasilkan busa. Senyawa ini bisa menyebabkan iritasi mata, ruam kulit, rambut rontok, ketombe pada kulit kepala dan reaksi alergi. Dalam kosmetik alami palsu, zat kimia ini sering disamarkan dengan penjelasan di dalam tanda kurung berbunyi ''berasal dari kelapa.''

7. Stearalkonium Chloride
Merupakan senyawa kimia yang digunakan dalam kondisioner rambut dan krim, serta menyebabkan reaksi alergi. Senyawa ini dikembangkan oleh industri kain sebagai pelembut kain.

8. Pewarna sintesis
Pewarna sintetis diyakini sebagai agen penyebab kanker. Jika kosmetik mengandung jenis pewarna ini, jangan menggunakannya.

9. Wewangian sintesis
Wewangian sintetis yang digunakan dalam kosmetik bisa memiliki hingga 200 bahan kandungan.

10. Triethanolamine
Sering digunakan dalam kosmetik untuk mengatur pH dan sebagai dasar bagi banyak pembersih. TEA dapat menyebabkan reaksi alergi, termasuk masalah mata dan kekeringan rambut dan kulit. Bisa menjadi racun apabila diserap ke dalam tubuh dalam jangka waktu yang panjang.

Sudah seharusnyalah kita selalu waspada dalam memakai kosmetik, janganlah sembarangan agar kita terhindar dari racun-racun yang membahayakan itu. Usahakan untuk selalu mengecek registrasi dan legalitas pada label produk kosmetik tersebut yang telah diberi ijin oleh BPOM. 


Tag : jerawat obat jerawat, vitamin pencegah jerawat, kosmetik flek hitam, penuaan dini ...